ZURICH – FIFA mengambil langkah besar untuk mendekatkan diri dengan generasi muda menjelang turnamen sepak bola terbesar di jagat raya. Menjelang Piala Dunia 2026, induk organisasi sepak bola dunia tersebut secara resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan platform video pendek populer, TikTok.
Langkah ini diambil FIFA demi memperluas akses dan jangkauan bagi para penggemar di seluruh dunia, terutama mereka yang terbiasa mengonsumsi konten melalui perangkat seluler.
Konten Eksklusif di Balik Layar Melalui kerja sama ini, TikTok akan menjadi "rumah" bagi berbagai konten eksklusif yang tidak bisa ditemukan di media lain. Pengguna nantinya bisa menikmati cuplikan gol dari berbagai sudut pandang, wawancara pemain yang lebih santai, hingga suasana behind the scenes (di balik layar) di ruang ganti dan hotel pemain.
FIFA menyadari bahwa tren menonton sepak bola kini telah bergeser ke arah konten yang lebih personal dan interaktif. "Kami ingin Piala Dunia 2026 menjadi turnamen yang paling mudah diakses oleh siapa saja, di mana saja," ujar perwakilan FIFA dalam rilis resminya.
Fitur Interaktif bagi Pengguna Tak hanya sekadar menonton, kolaborasi ini juga akan menghadirkan berbagai fitur interaktif di dalam aplikasi TikTok. Mulai dari filter khusus bertema Piala Dunia, tantangan (challenges) berhadiah, hingga integrasi data pertandingan secara real-time yang bisa dinikmati para pengguna saat menonton video.
Bagi para kreator konten sepak bola, kerja sama ini adalah "karpet merah" untuk mendapatkan akses lebih mudah dalam mengolah aset-aset resmi milik FIFA guna menyemarakkan euforia turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko nanti.
Strategi Menggaet Generasi Z Dengan lebih dari satu miliar pengguna aktif bulanan, TikTok adalah senjata utama FIFA untuk memastikan Piala Dunia 2026 tetap relevan bagi Generasi Z dan Alpha. Melalui platform ini, FIFA berharap gairah sepak bola bisa terus membara, bahkan bagi mereka yang mungkin tidak menonton pertandingan penuh selama 90 menit di televisi.
