MUNICH – Penantian panjang itu akhirnya berakhir di Munich. Paris Saint-Germain (PSG) resmi menobatkan diri sebagai Raja Eropa yang baru setelah menghancurkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 pada laga Final Liga Champions 2025. Gelar ini menjadi trofi Si Kuping Besar pertama dalam sejarah klub asal Paris tersebut.
Dominasi Sejak Menit Awal Sejak peluit babak pertama dibunyikan di Allianz Arena, PSG langsung menunjukkan nafsu besar untuk menang. Hasilnya tidak butuh waktu lama. Pada menit ke-12, mantan pemain Inter, Achraf Hakimi, membuka keunggulan setelah menerima umpan matang dari Vitinha. Tendangan mendatarnya tak mampu dijangkau Yann Sommer.
Hanya berselang tujuh menit, PSG kembali menggandakan keunggulan. Melalui skema serangan balik cepat, Desire Doue melepaskan tembakan yang berbelok arah setelah mengenai kaki bek Inter, Federico Dimarco. Skor 2-0 menutup babak pertama dengan keunggulan telak bagi Les Parisiens.
Doue Tampil Menggila, Kvara dan Mainoo Lengkapi Pesta Memasuki babak kedua, Inter Milan mencoba bangkit, namun pertahanan PSG yang dipimpin Marquinhos tampil sangat solid. Justru PSG yang kembali menambah penderitaan Inter. Desire Doue mencetak gol keduanya di menit ke-66 setelah memanfaatkan umpan terobosan Bradley Barcola.
Tak berhenti di situ, bintang asal Georgia, Khvicha Kvaratskhelia, ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-74 setelah aksi individu yang memukau. Pesta gol PSG akhirnya ditutup oleh pemain muda, Kobbie Mainoo, yang baru masuk dari bangku cadangan. Mainoo melepaskan tembakan keras di menit-menit akhir pertandingan yang memastikan skor menjadi 5-0.
Sejarah Baru Bagi Paris Kemenangan ini menghapus kutukan PSG yang selama bertahun-tahun selalu gagal di fase gugur Liga Champions. Investasi besar-besaran yang dilakukan klub selama lebih dari satu dekade akhirnya membuahkan hasil tertinggi di level klub Eropa.
Bagi Inter Milan, hasil ini menjadi luka yang sangat dalam setelah mereka tampil luar biasa sepanjang turnamen, namun harus hancur di partai puncak oleh efektivitas serangan Luis Enrique.
