MANCHESTER – Atmosfer Old Trafford memanas bukan karena kemenangan, melainkan karena gelombang protes yang ditujukan kepada kepemimpinan wasit. Manchester United harus puas berbagi angka setelah bermain imbang melawan Burnley, namun sorotan utama tertuju pada dianulirnya gol penting yang dicetak oleh bek tangguh mereka, Lisandro Martinez.
Momen Krusial yang Mengubah Keadaan Insiden bermula saat Lisandro Martinez berhasil menyundul bola masuk ke gawang Burnley, sebuah gol yang seharusnya bisa menjadi penentu kemenangan bagi Setan Merah. Namun, setelah peninjauan VAR yang cukup lama, wasit memutuskan untuk membatalkan gol tersebut karena dianggap terjadi pelanggaran atau posisi offside tipis yang sangat diperdebatkan.
Keputusan ini seketika memicu kemarahan di tribun penonton dan juga di pinggir lapangan. Para pemain MU tampak frustrasi karena merasa gol tersebut bersih dan sah secara regulasi.
Sindiran Pedas Darren Fletcher Reaksi paling mencuri perhatian datang dari jajaran staf pelatih Manchester United. Darren Fletcher, mantan gelandang legendaris yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik, tak mampu membendung kekecewaannya. Fletcher terlihat memberikan sindiran keras terhadap ofisial pertandingan di area lorong stadion.
Meski tidak secara gamblang menyerang secara fisik, gestur dan kalimat sindiran Fletcher menunjukkan betapa kecewanya pihak manajemen terhadap inkonsistensi VAR yang terus merugikan Manchester United dalam beberapa laga terakhir. Menurut laporan, Fletcher mempertanyakan objektivitas wasit dalam menilai benturan fisik di area kotak penalti yang dialami Martinez sebelum mencetak gol.
Dampak Bagi Klasemen Hasil imbang ini menjadi kerugian besar bagi Manchester United dalam misi mereka mengejar posisi empat besar. Kegagalan meraih poin penuh di kandang sendiri saat menghadapi tim papan bawah seperti Burnley tentu menjadi evaluasi besar bagi sang manajer.
Kontroversi ini menambah panjang daftar perdebatan mengenai efektivitas penggunaan VAR di Liga Inggris musim ini. Bagi para pendukung MU, dianulirnya gol "The Butcher" adalah bentuk ketidakadilan yang merampas kemenangan tim kesayangan mereka di Teater Impian.
