MANCHESTER – Legenda Manchester United, Roy Keane, kembali melontarkan kritik pedas yang ditujukan langsung kepada mantan manajernya, Sir Alex Ferguson. Keane mengaku kesal karena merasa pria asal Skotlandia tersebut masih terlalu sering mencampuri urusan internal klub, meskipun sudah lama pensiun dari kursi kepelatihan.
Kritik ini muncul di tengah upaya Manchester United untuk membangun identitas baru di bawah manajemen INEOS. Menurut Keane, bayang-bayang besar Ferguson justru bisa menghambat perkembangan manajer-manajer baru yang mencoba membawa perubahan di Old Trafford.
"Dia Harus Memberi Ruang" Dalam sebuah sesi wawancara, Keane menekankan bahwa seorang mantan manajer seharusnya memberikan ruang penuh bagi penerusnya tanpa harus terlihat memberikan pengaruh di balik layar.
"Semua orang menghormati apa yang dia lakukan, tapi ini sudah tahun 2026. Klub butuh arah baru, dan sulit bagi manajer mana pun untuk bekerja jika bayang-bayang Sir Alex masih terlalu kuat di setiap keputusan besar," tegas Keane dengan gaya bicaranya yang lugas.
Rivalitas yang Tak Pernah Padam Hubungan Keane dan Ferguson memang diketahui retak sejak kepergian sang kapten dari Old Trafford pada tahun 2005 silam. Hingga kini, keduanya jarang terlihat berinteraksi secara publik, dan Keane seringkali menjadi pengritik paling vokal terhadap kebijakan-kebijakan klub yang masih melibatkan pengaruh Ferguson.
Tantangan bagi Manajemen Baru Bagi manajemen Manchester United saat ini, kritik Keane menjadi pengingat bahwa transisi dari "Era Ferguson" menuju era modern memang belum sepenuhnya tuntas. Meski pengaruh Ferguson dianggap sebagai berkah karena pengalamannya, bagi sebagian pihak seperti Keane, hal tersebut justru dianggap sebagai beban yang menghalangi kemajuan skuat Setan Merah.
